Untuk mengetahui reaksi-reaksi dalam larutan
elektrolit.
Reaksi dalam larutan elektrolit
memiliki beberapa jenis, yaitu reaksi-reaksi asam basa, reaksi logam dengan
asam, dan reaksi – reaksi dekomposisi rangkap. Zat elektrolit dalam larutannya
terdapat sebagai ion – ion. Oleh karena itu, reaksi – reaksi yang melibatkan
larutan elektrolit sesungguhnya juga merupakan reaksi antar ion. Suatu cara
pemaparan reaksi kimia yang melibatkan larutan elektrolit disebut persamaan
ion.
Alat : Bahan
:
- Sendok bakar belerang - Belerang
- Kaki tiga -
HCl 3ml
- Alat pembakar -
Pita Mg
- Cawan porselen -
Logam Na
- Cruisible tang -
Lakmus merah +biru
- Spatula -
Pualam
- Amplas -
NH4Cl 3ml
- Erlenmeyer - NaOH
- Korek api - Pb(NO3)2 3ml
- Tabung ukur - KI 3ml
- Gelas kimia -
NaCl 3ml
- PP
1.
Na + H2O +
PP NaO + H2 + PP
Campurkan
indikator PP dengan air sebanyak 200 ml ke dalam gelas kimia. Kemudian masukkan
logam natrium ke dalam larutan PP dengan
air, lalu tutup gelas kimia. Amati sifat larutan dan perubahan warna yang terjadi.
2.
Mg + HCl MgCl + H2
Bersihkan
pita magnesium dengan amplas. Masukkan HCl sebanyak 3 ml ke dalam tabung
reaksi. Kemudian masukkan
pita Mg dan tutup tabung
reaksi tersebut. Lalu miringkan tabung reaksi kemudian dipanaskan. Amati apa
yang terjadi sebelum dan sesudah dipanaskan.
3.
NH4Cl + NaOH NH4OH
+ NaCl
Masukkan
3 ml NH4Cl ke dalam tabung reaksi, lalu campur dengan 3 ml NaOH.
Tutup tabung reaksi, kocok, lalu kibaskan baunya ke hidung. Amati bau yang
dihasilkan.
4.
KI + Pb(NO3)2 KNO3 + PbI2
Masukkan 3 ml kalium iodida ke dalam
tabung reaksi, lalu campur dengan 3 ml Pb(NO3)2. Amati
perubahan yang terjadi.
5.
NaOH + HCl NaCl + H2O
Masukkan 3 ml NaOH ke dalam tabung reaksi, lalu ukur
suhunya. Kemudian masukkan 3 ml HCl ke dalam tabung reaksi, lalu ukur suhunya.
Campurkan NaOH dan HCl ke dalam tabung reaksi, lalu ukur suhu setelah dicampur.
Masukkan larutan NaOH dan HCl ke dalam cawan porselin, lalu uji dengan lakmus.
Jika larutan asam maka panaskan larutan dikaki tiga. Amati dan cicipi rasa
larutan yang telah dipanaskan.
6.
Mg + O2 MgO
Bersihkan pita
Mg dengan menggunakan amplas. Lalu dijepit dengan crusible tang dan dibakar
diatas kaki tiga. Letakkan hasil pembakaran dicawan porselin dan ditambah dengan air, lalu uji dengan lakmus.
Amati sifat larutan.
7.
S + O2 SO2-
Ambil satu sendok bubuk belerang
dengan menggunakan sendok bakar belerang. Lalu bakar bubuk belerang, kemudian
masukkan ke dalam erlenmeyer yang berisi air sebanyak 100 ml. Amati perubahan
bubuk belerang. Setelah itu air yang telah dimasukkan bubuk belerang, diuji
dengan lakmus. Amati sifat larutan.
8.
CaCO3 + HCl CaCl
+ HCO3
Masukkan 1
butir pualam kedalam tabung reaksi. Campurkan dengan 3 ml HCl. Amati perubahan
yang terjadi.
1.
Na + H2O + PP Berwarna
ungu dan memiliki sifat larutan basa
2.
Mg + HCl Panas
dan mengeluarkan asap
3.
NH4Cl + NaOH Tidak
menghasilkan bau
4.
KI + Pb(NO3)2 Warna berubah menjadi
kuning
5.
NaOH + HCl Rasa yang dihasilkan asam
NaOH = 280 c
HCl = 300 c
NaOH + HCl =
310 c
6.
Mg + O2 Sifat
larutan adalah basa
7.
S + O2 Rx
1 : menjadi kristal
Rx
2 : sifat larutan netral
8.
CaCO3 + HCl menghasilkan gelembung dan bersuhu tinggi
1)
Sebutkan zat – zat yang
dihasilkan dalam percobaan
2)
Tuliskan persamaan reaksi dalam
percobaan
1) - Na + H2O + PP - NaCl + H2O
-
MgCl + H2 -
MgO
-
NH4OH + NaC -
SO2-
-
KNO3 + PbI2 -
CaCl + HCO3
Bahwa setiap
hasil reaksi dalam larutan elektrolit memiliki sifat, warna, bau dan wujud yang berbeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar